Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Dasar Batang Pisang, Yakult, Air Cucian Beras Terfermentasi, Dan Gula Merah Sebagai Alternatif Pupuk Ramah Lingkungan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.65244/jgga.v2i3.1198

Keywords:

Batang pisang, Fermentasi, Pupuk organik cair, Pertanian berkelanjutan, Pemanfaatan limbah

Abstract

Pupuk organik cair (POC) merupakan pupuk ramah lingkungan yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan-bahan organik. Batang pisang merupakan limbah pertanian yang melimpah, mengandung unsur hara, dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan POC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan dan karakteristik POC yang dihasilkan dari batang pisang, Yakult, air cucian beras fermentasi, dan gula merah. Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Beringin, Kab. Indragiri Hulu, Prov.Riau pada tanggal 10–20 Agustus 2026.Bahan yang digunakan meliputi batang pisang yang telah dicacah, Yakult, air cucian beras fermentasi, gula merah, dan air bersih, sedangkan peralatan yang digunakan antara lain pisau, parang, drum plastik, pengaduk kayu, kain kasa, jeriken, dan timbangan. Proses pembuatan dilakukan dengan mencacah batang pisang, mencampurkan seluruh bahan, kemudian melakukan fermentasi secara anaerob selama kurang lebih 2–3 minggu dalam wadah tertutup. POC yang dihasilkan diamati berdasarkan warna, aroma, pembentukan busa, dan produksi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC yang dihasilkan memiliki warna kuning kecokelatan hingga cokelat tua serta aroma khas fermentasi yang segar dan asam tanpa bau yang tidak sedap. POC dapat diaplikasikan pada tanaman setelah dilakukan pengenceran. Penggunaan POC berbahan dasar batang pisang merupakan alternatif yang mudah, murah, dan ramah lingkungan karena dapat membantu mengurangi limbah organik serta ketergantungan terhadap pupuk sintetis, sekaligus mendukung penerapan pertanian berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardiyanto, W., & Jazilah, S. (2018). Pengaruh macam pupuk organik cair (POC) dan saat pemberian terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah (Capsicum annuum L.). Biofarm: Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(2), 48–56. https://doi.org/10.31941/biofarm.v14i2.792

Harahap, R., Gusmeizal, & Pane, E. (2020). Efektifikatas kombinasi pupuk kompos kubis-kubisan (Brassicaceae) dan pupuk organik cair bonggol pisang terhadap produksi kacang panjang (Vigna sinensis L.). Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), 2(2), 135–143. https://doi.org/10.31289/jiperta.v2i2.334

Andesta, R., ZA, N., Sylvia, N., Muarif, A., & Nurlaila, R. (2023). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit pisang kepok dan limbah air cucian beras dengan menggunakan bioaktivator EM4. Chemical Engineering Journal Storage, 3(4), 581–595. https://doi.org/10.29103/cejs.v3i4.10250

Suyanti, E., Jumain, A. F., Fazira, D., Agustina, A., Lestari, R. J., Harahap, D. Y., & Tanjung, I. F. (2022). Pemanfaatan fermentasi limbah air cucian beras (Oryza sativa) sebagai pupuk cair organik (PCO) dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat. BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 5(2). https://doi.org/10.30743/best.v5i2.5492

Andriana, B. G., Kusnayanti, F., Sumarsono, B. A., & Azizah, N. (2022). Sosialisasi pembuatan (POC) pupuk organik cair menggunakan limbah batang pisang di Kelurahan Jemur Wonosari Kota Surabaya. Jurnal Penamas Adi Buana, 6(1). https://doi.org/10.36456/penamas.vol6.no01.a5700

Published

2026-10-24

How to Cite

Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Dasar Batang Pisang, Yakult, Air Cucian Beras Terfermentasi, Dan Gula Merah Sebagai Alternatif Pupuk Ramah Lingkungan . (2026). Journal of Golden Generation Abdimas, 2(3), 400-405. https://doi.org/10.65244/jgga.v2i3.1198

Similar Articles

1-10 of 60

You may also start an advanced similarity search for this article.